Monthly Archives: May 2013

Gamalama Setelah Erupsi

Alhamdulillah dapat kesempatan lagi mendaki gunung gamalama setelah statusnya kembali aman untuk dilakukan pendakian, Target utama : melihat kondisi puncak setelah erupsi & mencoba keakuratan Koordinat GPS dari Aplikasi yang ada di Handphone.

Saya buat post ini memang agak out of date ,tapi tentu saja hal itu tidak mengurangi niat untuk berbagi infomasi . Pendakian kedua kami lakukan tgl 22-12-12 (magic number 🙂 ) yaitu beberapa bulan setelah Gunung Gamalama meletus dan menyebabkan bencana. Salah satunya aliran lahar dingin di beberapa lokasi di Kota Ternate. Ketika itu duka menyelimuti Kota Ternate, lahar dingin yang mengalir  akibat hujan deras di Bahu Gamalama menyebabkan sebagian rumah yang berada di pinggir kali ( Barangka Mati : bahasa ternate) hancur serta rusak berat dan menyebabkan adanya korban jiwa. Ketika pergantiaan tahun baru 2013  Pemerintah kota Ternate menyambut dengan Dzikir Bersama mengambil Hikmah dari apa yang terjadi,

” Gunung, Lautan, dan Seisi Alam memuji Nama-Mu, Ampunilah kami manusia yang Jauh dari Jalan-Mu Ya Allah,Kami Tak Layak menuju Surga-Mu,namun juga tak Kuat menerima siksaan Api Neraka-Mu..Senantiasa Bimbinglah kami menuju Jalan Ridho-Mu….

…Astagfirullah Hal Adzim…

Starting Trekking Gamalama 2nd :

Kali ini kami mencoba berangkat pagi hari setelah subuh, masih melalui jalur Kampung/Desa Moya. Tanah sepanjang jalur pendakian menuju post 1 kondisinaya sedikit basah berair 🙂 dan licin karena kemarin cuaca hujan dari siang sampai malam . Starting pendakian agak terasa sedikit sulit, dan akhirnya saya menemukan fakta baru bahwa sandal gunung walaupun ringan namun ada kelemahan , ketika jalur licin dan berlumpur, apalagi kalo tanah dalam kondisi basah , maka lumpur gampang sekali masuk ke atas telapak sandal,langkah jadi makin licin. Makanya kami putuskan untuk telanjang kaki & si sandal di gantung di tas.

Lepas Sandal supaya tidak licin

Lepas Sandal supaya tidak licin

Setengah Pendakian :

Kesempatan kali ini seringkali jalur pendakian ditutupi oleh jaring/sarang laba-laba (mungkin karena sudah lama tidak ada yang mendaki). Continue reading

Categories: Altitude | Tags: , | 1 Comment

Create a free website or blog at WordPress.com.