Posts Tagged With: Buya Hamka

“Mengobat Jiwa”

Sepenggal tulisan yang saya ambil dari karya yang berjudul Tasauf Modern, Sebuah Buku 300 halaman Pencerah Jiwa yang ditulis pada tahun 1939 ,  oleh seorang Ulama, Novelis, Aktivis Indonesia Prof. Dr. H.Abdul Malik Karim Amrullah atau yang biasa kita kenal sebagai Buya Hamka.

Buku Rekomendasi Pencerah Jiwa - Karya Almarhum Buya Hamka, Terbitan Pustaka Panji Mas

Buku Rekomendasi Pencerah Jiwa – Karya Almarhum Buya Hamka, Terbitan Pustaka Panji Mas

 

Tasauf Modern, Hal. 149…

 

Yang diobat ialah sakit. Kesehatan Jiwa tak ubah kesehatan tubuh kasar jua, diukur panas dan dinginnya. Misalnya, panas manusia yang biasa ialah 36-37, lebih dari itu terlalu panas dan kurang dari itu terlalu dingin. Lebih dan kurang dari 36-37 menunjukan kesehatan badan telah hilang.

 

Haruslah cukup jiwa 1 kesehatan

Syaja’ah, berani pada kebenaran, takut pada kesalahan.

‘iffah. pandai menjaga kehormatan bathin.

Hikmah, tahu rahasia dari pengalaman kehidupan

‘Adaalah, adil walaupun kepada diri sendiri

 

4 sifat inilah pusat dari segala budi pekerti dan kemuliaan. Dari yang 4 ini timbul cabang yang lain-lain. Dan itulah keempat-empatnya yang dinamai keutamaan.

Syaja’ah mempunyai dua pinggir, pinggir sebelah ke atas terlalu panas, itulah yang bernama Tahawwur , berani babi. Pinggir ke sebelah bawah terlalu dingin, itulah yang bernama Jubun , pengecut.

Iffah mempunyai pula dua pinggir, pinggir yang terlalu panas yaitu Syarah, artinya tak ada kunci, obral, bocor, belum diajak dia sudah tertawa, belum dipanggil sudah datang, satu yang ditanyakan, 20 jawabnya. Pinggir yang sebuah lagi terlalu dingin, itulah Khumud tidak peduli.

Hikmah mempunyai dua pinggir pula; pinggir sebelah atas terlalu panas, itula Safah , tergesa-gesa menjatuhkan hukum di atas suatu perkara. Pinggir ke bawah terlalu dingin, yaitu Balah , dungu, kosong fikiran, tolol. Sudah dapat hajaran berkali-kali tidak faham.

Adaalah mempunyai dua pinggir pula, pinggir sebelah atas, yang terlalu panas, ialah Jaur , sadis, zalim, aniaya. Pinggir sebelah bawah yang terlalu dingin, ialah Muhanah hina hati, walaupun sudah berkali-kali teraniaya, tidak bangun semangatnya

Condong ke bawah jadi penyakit hina, condong ke atas jadi penyakit zalim. Tegak di tengah itulah kesehatan.

 

Mdh2an bermanfaat dan menjadi bahan renungan bagi kita semua..Aminn..

 

 

 

 

Advertisements
Categories: Uncategorized | Tags: , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.